Ini tanggal 10 Maret, jam sebelas malam lewat 43 menit. Sudah mendekati pergantaian hari. Tidak ada yang istimewa. Memang tidak hari ini, tapi keesokannya.
Yah,beberapa menit lagi adalah tanggal 11 Maret, tanggal saya berulang tahun untuk yang kesekian kalinya dalam hidup.
Seperti tahun-tahun sebelumnya,ini adalah ulang tahun yang sepi.
Just me and my self,memandangi komputer.
00.00
weLL,
One more,
and I getting oLd
Ucapan-ucapan selamat ulang tahun,Happy B'Day dan yang lainnya,mulai bermunculan di Facebook,Twitter.
Tapi saya tetap duduk,memandangi komputer.
Sejak kecil,ulang tahun saya jauh dari hinggar bingar perayaan. Bukannya tak bisa mengadakan pesta,tapi saya,juga adik-adik saya,tak pernah merasa bahwa ulang tahun itu harus dirayakan dengan pesta.Biasanya,di hari ulang tahun kami,ibu akan membuat kue yang sangat special : sarang semut
Tak hanya itu,ibu juga membeli seekor ayam,melakukan beberapa tradisi adat,biasanya untuk lauk makan malam .
Tapi kali ini,begitu sepi. Tentu saja tak akan ada sarang semut dan opor ayam. Ibu sejauh 1 hari perjalanan udara dari tempatku. Dan yang lebih menyedihkan,kali ini tanpa Ayahku tercinta. Beliau baru saja meninggalkan kami ,5 bulan yang lalu :’(
Sepi.
Sedih. .,
Tapi sebelum air mata tumpah , pikiran positif datang.
Ulang tahun sendirian ada hikmahnya juga. Kita jadi bebas berkontemplasi, bertanya kepada diri sendiri, lalu menjawabnya secara jujur pula apa yang sudah dan belum dilakukan sebagai manusia.
RefLeksi.
RefLeksi.
And I Started :
[berlanjut ke 'Happy B'Daii Part II]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar